Kamis, 04 Juni 2015

Harga Jahit Satuan ( Modiste, Tailor, Butik) VS Harga Baju Produksi Massal (Konveksi, Pabrik Garment)

Pasti kamu sudah sering dengar kalimat ini “iiiihh...mahal amat sih, mosok jahit gamis aja 200 ribu sih, di pasar aja 75ribu udah dapet gamis bagus”. Hmmm...yakin gamis seharga 75 ribu yang kamu beli bagus jahitannya??, bagus kualitasnya??.

Memang  sebagian besar konsumen berpendapat seperti itu karena tidak semua tahu proses pembuatan sebuah baju. Kali ini saya akan bercerita tentang proses pembuatan sebuah baju dan mengapa baju bisa mahal dan bisa murah J

Produk Baju Satuan dari Modiste, Tailor dan Butik

Kita bahas satu persatu arti dari istilah di atas ya.

Modiste adalah istilah dari bahasa Perancis yang bisa diartikan sebagai pembuat pakaian atau topi khusus wanita. Hingga tahun 1960-an, istilah ini masih umum dipakai di Indonesia sebagai sebutan bagi pembuat/penjahit pakaian wanita. Kalo sekarang sih kayaknya yang lagi trend Rumah Jahit ya J.

Tailor adalah istilah untuk penjahit busana pria (jas,celana, setelan), tetapi dewasa ini mencakup juga pembuatan jas / blazer, celana, dan rok untuk wanita.

Butik yaitu toko kecil yang menjual barang-barang khusus seperti baju atau perhiasan yang tidak pasaran. Dari kata Prancis BOUTIQUE yang berarti toko kecil.

Entah bagaimana mulanya istilah butik disini digunakan menjadi istilah untuk usaha jasa jahit dengan kualitas jahitan yang bagus dan rapi. Mungkin untuk menunjukkan bahwa jasa jahitnya “tidak pasaran” alias kualitas jahitannya lebih bagus dari penjahit kebanyakan disekitar...mungkin yaa J

Harga jasa jahit satuan bervariasi tergantung pada lokasi masing-masing. Mahal murah soal harga juga tergantung penerimaan konsumen masing-masing. Sebagian konsumen mungkin sudah biasa membayar ongkos jahit sepotong baju seharga 200ribu untuk kualitas jahitan yang biasa saja. Dan sebagian konsumen yang lain berpendapat ongkos jahit seharga 50ribu dengan kualitas yang bagus masih dibilang mahal.

Bagi pelaku usaha jahit tentu punya pasar masing-masing dan yang terpenting adalah dimanapun lokasi usaha dan berapapun target harga yang ditentukan yang paling utama harus selalu dijaga adalah kualitas dan kepuasan konsumen. Semua kembali kepada pribadi masing-masing pelaku usaha, kalau mau punya pasar konsumen yang bagus dan tahu kualitas tentu harus selalu meningkatkan kualitas hasil produksi. Dan barang bagus tentu layak mendapat apresiasi yang bagus juga kan??

Baju produksi satuan, selanjutnya saya sebut saja baju butik, ditangani satu persatu sesuai permintaan konsumen, mulai dari pembuatan pola yang harus sesuai dengan ukuran badan konsumen hingga proses menjahit yang tidak  efisien dari segi waktu produksi.

Kenapa saya sebut tidak efisien??? Karena pada pembuatan baju butik mulai dari ukuran badan, model baju, jenis dan warna kain berbeda-beda. Proses produksi harus dikerjakan satu persatu. Warna benang jahit, warna benang obras harus sama dengan warna bahan. Proses mengganti benang pada mesin obras juga cukup menyita waktu. Setiap kali mengganti warna benang dengan jenis kain yang berbeda, maka mesin obras harus selalu diseting ulang karena setiap jenis kain memerlukan seting tensi benang yang berbeda supaya hasil obrasan rapi. Dan yang perlu diingat juga adalah hasil produksi tidak boleh salah karena keterbatasan bahan baku. Jika ada kesalahan maka pemilik butik wajib untuk memberikan ganti rugi kepada konsumen yang mungkin tidak puas dengan hasil bajunya. Dan hal tersebut juga patut diperhitungkan ke dalam biaya jasa jahit, artinya tanggung jawab, waktu, ketelitian dan kualitas bagus layak dihargai.

Berikut penilaian saya untuk baju satuan yang bagus kualitasnya :
-          Hasil baju sesuai permintaan
-          Pola baju sesuai ukuran badan
-          Pola baju nyaman dikenakan
-          Hasil jahitan tampak luar rapi dan bersih
-          Kampuh sisi baju tidak disatukan, tapi dipecah. Ada sebagian penjahit yang tidak memperhatikan hal ini, mereka memberi kampuh sisi hanya sekitar 1 cm dan diobras jadi satu.
-          Kampuh jahitan sisi baju 2 cm
-          Kampuh dan kelim baju disetrika rapi (dipress)
-          Jarak setikan tidak renggang
-          Warna benang jahit, benang obras dan warna risleting sesuai dengan warna bahan

Jadi kepada konsumen yang ingin menggunakan jasa jahit, harap memahami hal tersebut. Anda boleh menilai hasil kerja jasa jahit dilokasi Anda. Jika hasil kerjanya asal jadi, misalnya jahitan tidak rapi, kampuh baju tidak disetrika, warna risleting tidak sama dengan warna bahan, benang obras tidak sama dengan warna bahan, misalnya apapun warna bahannya memakai warna benang obras putih semua. Bagi saya hal tersebut salah satu bentuk tidak bertanggung jawab terhadap kualitas produksi. Penjahit tidak mau repot meluangkan waktu dan biaya untuk mencari dan membeli sesuai kebutuhan. Jika Anda menjahitkan baju kepada penjahit seperti tersebut dan dihargai mahal jasanya, maka Anda boleh protes J

Produk Baju Massal Konveksi dan Pabrik Garment

Istilah konveksi dipakai untuk usaha jahit yang memproduksi pakaian dalam jumlah banyak.

Pabrik Garment artinya pabrik pakaian jadi, atau tempat produksi pakaian jadi dalam jumlah banyak atau massal.

Harga jual baju jadi memiliki target konsumen masing-masing. Mulai dari target pasar menengah bawah hingga target pasar menengah atas. Masing-masing memiliki harga jual berbeda.

Demikian juga soal kualitas produksi. Baju jadi untuk pasar menengah bawah kualitasnya berbeda dengan baju jadi untuk pasar menengah atas.

Dari segi waktu produksi pada baju massal sangat efisien, karena dalam satu model dibuat sekaligus dalam jumlah banyak. Ukuran baju memakai ukuran standart S, M, L, XL. Konsumen memilih ukuran baju sesuai ukuran yang tersedia. Begitu pula resiko kesalahan dapat dicegah dengan terlebih dulu membuat sampel baju sebelum model yang dikehendaki diproduksi.

Bagi Anda yang suka membeli baju jadi, boleh memperhatikan hal berikut sebagai perbandingan kualitas barang yang akan Anda beli. Berikut penilaian saya untuk baju produksi massal yang bagus kualitasnya :
-          Bahan yang digunakan bagus kualitasnya
-          Hasil baju secara keseluruhan tampak luarnya bagus / rapi
-          Baju saat dipakai terasa enak dan nyaman untuk bergerak
-          Jarak setikan jahitan dan setikan benang obras cukup rapat, tidak jarang-jarang
-          Jahitan kuat
-          Benang pada bagian dalam baju bersih, tidak tertinggal sisa-sisa benang yang tidak perlu

Kelemahan pada baju jadi salah satunya dari ketersediaan ukuran. Karena pada baju jadi ukuran yang dibuat berdasarkan ukuran standar saja yaitu S, M, L dan XL. Konsumen dapat memilih ukuran yang sekiranya sesuai dengan ukuran badannya. Hanya saja terkadang ukuran yang ada memiliki beberapa kelemahan.

Sebagai contoh, konsumen memiliki lingkar badan ukuran S, tapi ukuran pinggulnya ukuran M. Jika membeli ukuran S maka akan sempit dipinggul, sedangkan jika membeli ukuran M akan kebesaran pada bagian badan atas. Hal ini berlaku jika model bajunya lurus misalnya blazer kerja, blus kerja, kemeja pas badan, berbeda hal jika model baju berpotongan melebar kebawah.

Demikian sedikit uraian mengenai harga baju antara jahit satuan dengan produksi massal semoga bisa sedikit menambah informasi J


Selasa, 08 Juli 2014

Kenangan Lomba Desain Busana Hamil Tahun 2005

Ini masih sola ke PD-an saya ikut lomba desain.
Kali ini lomba desain busana hamil yang di adakan oleh salah satu produsen susu ibu hamil.

Iklan lomba tersebut saya baca di harian Kompas. Langsung saja dengan semangat membara saya ikut serta. Walopun tidak menang, saya tetap senang. Setidaknya hobi corat coret saya tersalurkan.

Berikut desain busana hamil yang saya buat tahun 2005.

Kemampuan gambar pakai komputer masih very amatirrr :D


Baju casual untuk ibu hamil

Baju pesta untuk ibu hamil

Kenangan Lomba Rancang Busana Muslimah Majalah Noor 2005

Dulu, saat saya masih muda #sekarang sudah ngerasa tua :P...saya lumayan rajin ikut lomba-lomba desain busana. Walopun kemampuan desain saya terbilang pas-pasan, tapi tingkat ke PD-an saya cukup tinggi :D.

Waktu ikut lomba LRBM yang diadakan majalah Noor tahun 2005, kemampuan gambar menggunakan software desain masih pemula, tapi teeuteuupp..pede banged. Lucu kalo ingat, tapi bagaimanapun semua adalah kenangan indah yang tidak akan saya lupa.

Saat itu saya masuk menjadi semi finalis 20 besar dan diminta mewujudkan satu desain ditambah diminta lagi untuk membuat 3 desain tambahan. Satu desain yang terpilih sudah saya wujudkan menjadi baju jadi, tapi sayang saya saat itu masih nomaden, jadilah baju hasil lomba tadi hilang tercecer entah dimana...#kasiaaannn :)

Saat dapat kabar menjadi semi finalis saya sangat bangga, ternyata coretan saya cukup menarik mata juri. Tapi sayang, perjalanan saya terhenti hanya sampai semi finalis saja, karena saya tidak lolos masuk menjadi finalis 10 besar. Karya saya masih belum cukup bagus untuk masuk tahap selanjutnya. Tapi tak apa, menjadi semi finalis sudah merupakan kebanggaan bagi saya.

Berikut desain yang dulu saya ikutkan dalam LRBM Noor 2005.

Harap maklum yaaa...ini gambar awal saya baru bisa ngegambar pakai komputer desain :)

Ini sketch tangan yang masuk menjadi semi finalis dan sudah saya wujudkan menjadi baju jadi.


Ini gembar awal-awal saya baru bisa mendesain pakai program desain...polos dan lugu gambar saya :D

Ini Desain tambahan setelah satu desain pertama tadi terpilih, dan ternyata untuk tahap selanjutnya nasib saya belum baik, gambar saya masih kelewat sederhana untuk ukuran lomba desain :)







Membuat Administrasi Produksi Sederhana

Usaha jasa jahitan kita masih skala rumahan dan masih dikerjakan sendiri??? Hal tersebut bukan alasan untuk tidak membuat administrasi usaha kita. Sekecil apapun usaha yang kita jalani, hendaknya dikerjakan dengan serius, rapi dan profesional. Salah satunya dengan mencatat segala transaksi mengenai usaha kita semisal mencatat order yang masuk, membuat surat pemesanan, membuat invoice untuk setiap order yang sudah selesai, stock bahan, stock accessories jahit, dll.

Berikut akan saya contohkan administrasi sederhana yang saya buat untuk usaha jasa jahit saya :


Manfaat dari catatan tersebut adalah :
1. Mendisiplinkan diri untuk bekerja sesuai tanggal yang sudah ditentukan
2. Menjaga kepercayaan customer karena kita menangani order secara profesional
3. Mengukur kemampuan produksi demi menjaga kepercayaan customer.

Dengan memasukan setiap order yang kita terima ke dalam data maka kita akan tahu kemampuan produksi kita, dan kita bisa memberi tahu kepada calon customer perkiraan order miliknya bisa kita kerjakan di tanggal berapa. Supaya customer tidak bertanya-tanya kapan sekiranya kain miliknya akan dijahit.Serahkan keputusan kepada calon customer, bila kenyataannya order yang kita terima sudah penuh hingga 3 bulan ke depan misalnya, serahkan kepada calon cutomer apakah tetap mau menjahitkan baju di tempat kita dengan masuk antrian di bulan ke empat, atau boleh memilih menjahitkan ditempat lain.

Semoga bermanfaat ;)

Jumat, 20 Juni 2014

Cara Mengambil Ukuran Badan

Sebelum membuat pola dasar badan, tentunya kita perlu mengetahui ukuran-ukuran badan yang akan kita buat polanya.

Berikut cara mengambil ukuran badan :
1. Lingkar badan = ukur keliling badan di bawah ketiak melewati puncak dada
2. Lingkar pinggang = ukur keliling pinggang
3. Lingkar pinggul = ukur keliling bagian pinggul paling besar
4. Lebar bahu = ukur dari batas leher sejajar dengan belakang telinga sampai ujung tulang bahu
5. Panjang punggung = ukur dari tengkuk sampai pinggang
6. Panjang lengan = ukur dari ujung bahu sampai batas lengan yang kita inginkan




Tentang Buku Desain Kebaya

Ini kali pertama saya ikut menyebarkan ilmu yang saya punya melalui sebuah buku.
Di buku ini saya belum menjadi penulis, saya hanya mengisi bagian cara membuat pecah pola sesuai hasil jadi baju kebaya yang terdapat di dalam foto.

Walaupun baru sedikit yang bisa saya buat tapi merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya ketika melihat nama saya tercetak di halaman kedua sampul buku tersebut.

Terima kasih saya ucapkan kepada mba mba Mia yang telah memberikan kesempatan emas ini kepada saya.


Kamis, 19 Desember 2013

Tentang Fashion Merchandise (MD)

Dalam industri garment sering kita dengan istilah MD. MD disini maksudnya adalah Fashion Merchandiser.
Barangkali ada adik-adik yang tertarik terjun ke industri garment, saya akan berbagi pengalaman saya disini.

Fashion merchandising (1*) artinya adalah kegiatan yang melibatkan perencanaan, pengembangan, dan pengadaan busana / pelengkap busana sesuai kelompok pasar yang dituju, memenuhi apa yang pelanggan butuhkan, kapan mereka butuhkan, mutu dan harga sesuai jangkauan pelanggan, serta jumlah yang tepat.

Fashion merchandiser (2*) adalah orang yang bertanggung jawab dalam memilih,membeli, dan mendistribusikan berbagai jenis produk mode ke berbagai toko / butik, termasuk mengkoordinasi dan merencanakan penjualan maupun promosi. Selain memahami seluk beluk mode, ia diharapkan mampu mengantisipasi apa yang akan diminati konsumen. Dalam mempertemukan mode dan bisnis, seorang fashion merchandiser dituntut untuk juga memiliki pengetahuan tentang berbagai teknik dan strategi pemasaran.

Dalam praktiknya job description MD pada masing-masing perusahaan bisa sedikit berbeda, tapi pada intinya sama yaitu sebagai penyedia barang yang nantinya akan dijual.
Di sini akan saya bagi pengalaman saya sebagai MD di perusahaan retail garment. Perusahaan tempat saya bekerja hanya membuat desain dan pemasarannya saja, sementara untuk membuat produksinya bekerja sama dengan pihak lain yang khusus bergerak di bidang produksi pakaian.

Tiga hal utama yang harus dilakukan MD yaitu :
1. Best price
2. Quality
3. Delivery time

Best price
Maksudnya adalah seorang MD harus mampu mendapatkan harga terbaik untuk sebuah barang. Seorang MD harus mampu bernegosiasi dengan pihak penyuplai barang untuk mendapatkan harga terbaik. Karena masalah harga beli akan berhubungan nantinya dengan harga jual barang tersebut ke konsumen. Dalam setiap perusahaan memiliki hitungan sendiri untuk menentukan harga jualnya, dan harga jual tersebut tidak bisa sewaktu-waktu dinaikkan sesuka hati. Bila MD membeli barang dengan harga tinggi bisa berakibat harga jual barang ke konsumen menjadi tinggi juga.

Quality
Maksudnya adalah seorang MD harus mampu menyeimbangkan antara harga dan qualitas barang. Hanya barang dengan qualitas bagus yang bisa diterima. Disini diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak, dari mulai pihak intern perusahaan yaitu development sample dan quality control, dan kerja sama dengan pihak luar yaitu supplier yang diberi kepercayaan untuk mengerjakan order pesanan MD.

Delivery time
Maksudnya delivery time atau ketepatan waktu saat pengiriman barang. Pengiriman barang harus sesuai timing yang diperlukan. Seperti kita ketahui dalam industri fashion kita mengenal saat ramai (peak season) dan saat sepi (low season). Peak season selalu berhubungan dengan momen tertentu misalnya saat Lebaran Iedul Fitri, Natal, dan Imlek. Saat-saat tersebut penjualan sangat ramai, dan tugas MD menjaga supaya delivery barang yang akan dijual tepat waktu datangnya. Bila barang yang dibeli lewat datangnya dari saat peak season tentu saja bisa merugikan, karena barang datang disaat penjualan sedang sepi.

Menurut saya seorang MD juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, karena pekerjaannya berhubungan dengan pihak lain, terutama pihak diluar perusahaan yang diajak bekerja sama untuk mengerjakan order-order perusahaan. MD harus bisa luwes saat berbicara negosiasi harga, dan harus tegas saat berbicara mengenai quality produk dan delivery time. Tapi tegas bukan berarti galak ya, karena bagaimanapun MD mewakili perusahaan tempat dia bekerja. Cara berkomunikasi seorang MD bisa membuat nyaman dan bisa membuat tidak nyaman pihak lain yang diajak bekerja sama. Tidak jarang pihak di luar perusahaan bisa setia bekerja sama karna keluwesan seorang MD, dan bisa juga tidak mau bekerja sama karena merasa tidak nyaman bekerja sama dengan MDnya.

Demikian sedikit pengalaman yang bisa saya bagi selama kurang lebih 6 tahun menjadi MD. Pengalaman saya memang belum banyak, dan di luar sana pasti masih banyak MD yang jauh lebih senior dibanding saya, dan jauh lebih banyak ilmu dan pengalamannya. Tapi tidak ada salahnya saya berbagi secuil pengalaman yang pernah saya dapat ,barangkali bisa bermanfaat bagi yang membaca.



Note :
*1,2 Kamus Mode Indonesia